04 Juni, 2009

ASMIRANDAH

Label:

Akuntansi Keperilakuan dan Perkembangannya

Ikhsan (2005) menyatakan bahwa tujuan ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan, dan memprediksi perilaku manusia sampai pada generalisasi yang ditetapkan mengenai perilaku manusia yang didukung oleh empiris yang dikumpulkan secara impersonal melalui prosedur yang terbuka, baik untuk peninjauan maupun replikasi dan dapat diverifikasi oleh ilmuwan lainnya yang tertarik. Selanjutnya Ikhsan (2005) menjelaskan bahwa akuntansi keperilakuan menyediakan suatu kerangka yang disusun berdasarkan teknik yang bertujuan (1) untuk memahami dan mengukur dampak proses bisnis terhadap orang-orang dan kinerja perusahaan, (2) untuk mengukur dan melaporkan perilaku serta pendapat yang relevan terhadap perencanaan strategis, dan (3) untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku guna memastikan keberhasilan implementasi kebijakan perusahaan.

Bidang keperilakuan dalam akuntansi dapat dikatakan masih baru dibandingkan dengan akuntansi keuangan. Topik keperilakuan ini mulai berkembang pada tahun 1950-an. Pada Juni 1951 Controllership Foundation of America mensponsori suatu riset untuk penyelidikan dampak anggaran (Ikhsan,2005). Hal itu diawali dari penelitian Argyris (1952), yang meneliti hubungan antara manusia dengan anggaran dan kemudian diikuti oleh peneliti-peneliti lainnya.

Awal perkembangan riset keperilakuan ini telah dikaji dalam studi yang dilakukan Lord (1989). Lord mengkaji perkembangan riset akuntansi keperilakuan (behavioral accounting research) dari tahun 1952 sampai dengan tahun 1981. Lord (1989) mengelompokkan perkembangan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang riset akuntansi keperilakuan menjadi enam fokus penelitian, antara lain akuntansi dalan konteks organisasi (accounting in an organizational context), penganggaran (budgeting), pemikiran psikologi (early psychology thoughts), pemrosesan informasi manusia (human information proccesing), kontingensi teori (contingency teory), dan konferensi dan peristiwa (conferences and events).

Studi Burgstahler dan Sundem (1989) hampir sama dengan studi Lord (1989), yaitu mengkaji perkembangan riset keperilakuan tahun 1968-1987. Hasil riset yang dikaji diambil dari artikel yang dipublikasikan pada tiga jurnal, yaitu The Accounting Review (AR), Journal of Accounting Research (JAR), Accounting Organization and Society (AOS). Baik artikel yang ditulis oleh Lord (1989) maupun Burgstahler dan Sundem (1989) merupakan invited paper dalam rangka penerbitan pertama jurnal Behavioral Research in Accounting. Hal itu berawal dari cikal bakal penelitian Argyris (1952) yang pertama kali fokus pada anggaran hingga akhirnya sekarang berkembang pada bidang lain, seperti auditing, pajak, dan akuntansi keuangan.
Menurut Burgstahler dkk. (1989) penelitian bidang keperilakuan sudah mengalami perkembangan sebagai berikut. Pertama, metode penelitian behavioral digunakan untuk isu akuntansi tanpa mengadopsi beberapa teori behavioral yang mendasarinya. Kedua, model atau teori behavioral diadopsi. Fase ketiga adalah pengujian model behavioral kepada akuntansi seperti pengujian model lensa Brunswick.

Peneliti-peneliti di Indonesia juga tertarik dengan riset akuntansi keperilakuan. Bidang riset keperilakuan juga menjadi pusat perhatian dalam ajang seminar nasional akuntansi (SNA) di Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun oleh IAIKAPd yaitu Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) bekerja sama dengan Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd). Topik bahasan hasil-hasil studi dalam seminar ini dibagi menjadi lima, yaitu akuntansi keuangan dan pasar modal; akuntansi manajemen dan keperilakuan; akuntansi sektor publik dan perpajakan; sistem informasi, auditing, dan etika; dan pendidikan akuntansi dan akuntansi syariah. Hasil penelitian di bidang akuntansi manajemen dijadikan satu pembahasan dengan akuntansi keperilakuan karena kedua bidang ini sama-sama membahas tentang manusia. Burgstahler dan Sundem (1989) meyebutkan ada beberapa faktor yang membuat behavioral research in accounting secara khusus mempunyai kesulitan, yaitu bidangnya luas, variabel kompleks, perilaku adalah sebuah situasi spesifik, perwujudan lain dari interelasi variabel-variabel adalah beberapa hukum perilaku sepenuhnya umum, titik temu validitas internal dan validitas eksternal, sistem kontrol akademis, dan evaluasi kualitatif.
Penelitian keperilakuan dalam akuntansi riset bisa menggunakan tiga jenis metode, antara lain studi lapangan, eksperimen, dan survei yang masing-masing ada keunggulan dan kelemahannya. Ketiga metode ini bisa saling melengkapi dengan menerapkan metode multiple.

Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah bagian dari akuntansi yang bertujuan membantu manajer untuk menjalankan tiga fungsi pokoknya, yaitu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Kehadiran akuntansi manajemen atau sistem informasi manajemen dalam perusahaan merupakan suatu sistem yang akan memberikan informasi kepada manajemen untuk membantu pihak-pihak internal untuk mencapai tujuan organisasinya.
Teknik-teknik dalam akuntansi manajemen membantu manajemen dalam menjalankan fungsi manajemen. Misalnya, menyusun anggaran (budget), melakukan analisis cost, volume, propit (CVP), analisis varian, dan pemilihan sistem pembebanan biaya yang tepat untuk penentuan harga jual. Pemilihan metode ini akan mempengaruhi keakuratan pembebanan biaya ke produk sehingga manajer dapat dengan tepat menentukan harga jual. Dengan demikian, dapat unggul dan bersaing dalam harga.

Dewasa ini pembebanan biaya secara konvensional sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke pembebanan biaya berdasarkan aktivitas/activity based costing system (ABC-system). Dalam perkembangan akuntansi manajemen banyak sekali isu kontemporer dalam teknik-teknik manajemen mulai diterapkan, seperti metode just in time (JIT), total quality management (TQM), target costing, dan orientasi pelanggan.
Penilaian kinerja manajer saat ini sudah mulai mengalami pergeseran. Jika dahulu menilai kinerja seorang manajer cukup hanya dari perspektif keuangan, tetapi sekarang untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif harus dari dua perspektif yang dikenal dengan istilah balanced scorecard. Penilaian kinerja akan dilakukan dari dua sisi, yaitu keuangan (financial) dan non financial seperti penilaian pelanggan/ customer, pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses bisnis internal.

Artikel terbaru mengenai akuntansi manajemen ditulis oleh Birnberg G. Jacod (2000) yang membahas tentang peranan riset keperilakuan dalam pendidikan akuntansi manajemen pada abad ke dua puluh satu. Birnberg menjelaskan bahwa materi akuntansi manajemen dalam tiga periode setelah Perang Dunia Kedua berakhir meliputi periode akuntansi biaya (the cost-accounting period), periode akuntansi manajemen modern (the modern management accounting period), periode akuntansi manajemen postmodern (The post-modern management accounting period). Fokus terbaru dalam akuntansi manajemen seperti dijelaskan oleh Hansen dan Mowen (2005) adalah activity based management, customer orientation, cross-functional, perspective, total quality management, time as competitive element, efficiency dan E-business. Akuntansi manajemen sangat erat berkaitan dengan manusia. Kajian atau studi di bidang akuntansi manajemen mendapat perhatian bagi riset akuntansi di bidang keperilakuan. Kegagalan dalam hal pencapaian kinerja sebenarnya akibat dari aspek keperilakuan. Perilaku (behavior) adalah tindakan-tindakan (actions) atau reaksi (reaction) dari suatu objek atau organisme (Jogiyanto, 2007).

Label:

SOAL DASAR-DASAR AKUNTANSI

1. Mengapa transaksi-transaksi harus dicatat di dalam jurnal ?
A. Untuk memastikan bahwa seluruh transaksi telah dipindahkan ke dalam Buku Besar.
B. Untuk memastikan bahwa jumlah debit total sama dengan jumlah kredit total.
C. Untuk mendapatkan suatu catatan kronologis dari seluruh transaksi.
D. Untuk membantu penyiapan Laporan Keuangan.
2. Posting atau pemindahbukuan adalah proses pemindahan informasi dari :
A. Jurnal ke Neraca Saldo
B. Buku Besar ke Neraca Saldo
C. Buku Besar ke Laporan Keuangan
D. Jurnal ke Buku Besar
3. Di antara kejadian berikut mana yang bukan merupakan transaksi usaha ?
A. Penyetoran sejumlah uang oleh pemilik untuk kepentingan usaha.
B. Pembelian Bahan Baku secara tunai.
C. Penjualan Barang Dagangan secara kredit.
D. Kenaikan Suku Bunga Pinjaman di Bank.
4. Di antara persamaan berikut mana yang bukan merupakan persamaan akuntansi ?
A. Aktiva = Utang + Modal
B. Ekuitas Pemilik = Aktiva - Ekuitas Kreditur
C. Aktiva - Kewajiban = Ekuitas Pemilik
D. Aktiva + Ekuitas Kreditur = Modal
5. Pembelian Perlengkapan Kantor secara kredit akan mempengaruhi persamaan akuntansi
sebagai berikut :
A. Aktiva bertambah dan Utang Bertambah
B. Aktiva bertambah dan Modal Berkurang
C. Aktiva bertambah dan Modal Bertambah
D. Aktiva, Utang dan Modal tidak berubah
6. Mana di antara pernyataan berikut yang tidak tepat ?
A. Mendebit artinya memasukkan suatu jumlah ke sisi kiri sebuah perkiraan
B. Mendebit suatu perkiraan berarti menambah saldo perkiraan yang bersangkutan
C. Mengkredit adalah memasukkan suatu jumlah ke sisi sebelah kanan suatu erkiraan.
D. Mengkredit suatu perkiraan belum tentu mengurangi saldo perkiraan tersebut.
7. Pembelian tanah secara tunai akan dicatat sebagai :
A. Debit pada Kas dan Kredit pada Tanah.
B. Debit pada Kas dan Debit pada Tanah.
C. Debit pada Tanah dan Kredit pada Kas.
D. Kredit pada Kas dan Kredit pada Tanah.
8. Mana di antara penyataan berikut yang tidak tepat ?
A. Kas mempunyai saldo normal debit
B. Piutang mempunyai saldo normal debit
C. Modal mempunyai saldo normal debit
D. Utang mempunyai saldo normal kredit
9. Perkiraan yang dikredit untuk penerimaan kas dari pelanggan adalah :
A. Kas
B. Utang
C. Pendapatan Jasa
D. Piutang
10. Suatu usaha memiliki Kas sebesar Rp 6.000, Wesel Bayar Rp 5.000, Utang Rp 8.600,
Pendapatan Jasa Rp 14.000 dan Beban Sewa Rp 3.600. Berdasarkan data di atas
berapakah jumlah kewajiban totalnya ?
A. Rp 11.000
B. Rp 13.600
C. Rp 19.600
D. Rp 27.600
11. Sebuah perusahaan di mulai pada bulan April dengan perlengkapan kantor sebesar
Rp 1.600.000, selama bulan itu perusahaan membeli perlengkapan sebesar
Rp 2.900.000 Pada tanggal 30 April perlengkapan yang masih ada sebesar \
Rp 2.100.000. Beban perlengkapan untuk periode tersebut adalah :
A. Rp 2.100.000
B. Rp 2.400.000
C. Rp 2.900.000
D. Rp 4.500.000
12. Siklus Akuntansi terdiri dari langkah-langkah berikut :
A. Melengkapi Neraca Lajur
B. Menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat jurnal penyesuaian
C. Menyiapkan neraca sisa setelah penutupan buku
D. Menjurnal dan memindahbukukan transaksi-transaksi kas

Label: